Lebih Dekat dengan IQ, EQ, SQ, dan AQ

Postingan kali ini saya akan membahas sedikit tentang IQ, EQ, SQ, dan AQ. Bagi para pembaca yang belum tau atau belum bisa membedakan apa beda dari kecerdasan tersebut, saya akan membahasnya di postingan kali ini. Langsunng saja ke TKP :

advantages-and-disadvantages-of-iq-tests_d3f191ab-5443-4172-aa84-db027605a06c

  1. Intelligence Quotient (IQ)

IQ merupakan kependekan dari Intelligence Quotient yang artinya ukuran kemampuan intelektual, analitis (kemampuan menganalisa), logika dan rasio seseorang. Dengan demikian, IQ berkaitan pada keterampilan berbicara, kesadaran akan sesuatu di sekelilingnya dan penguasaan matematika.

Kapasitas umum seseorang untuk engerjakan atau melakukan sesuatu.

Berhubungan dengan penalaran / berfikir.

Intellegensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara logis, terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif (Marten Pali, 1993).

Kesimpulan IQ :

a.Kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia.

  1. Kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan.
  2. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang  individu.

CIRI-CIRI PRILAKU INTELLEGEN / CERDAS :

Masalah yang dihadapi merupakan masalah baru bagi yang bersangkutan.

– Serasi tujuan dan ekonomis (efesien).

– Masalah mengandung tingkat kesulitan.

– Keterangan pemecahannya dapat diterima.

– Sering menggunakan abstraksi.

– Bercirikan kecepatan.

– Memerlukan pemusatan perhatian

Salah satu contoh sederhananya ialah apabila langit mendung, maka hari akan hujan.

  1. Emotional Quotient (EQ)

EQ adalah kemampuan berkomunikasi seseorang dalam dua dimensi, yaitu arah ke dalam (personal) dan arah ke luar (interpersonal).

Personal ialah komunikasi yang dilakukan seseorang pada dirinya sendiri. Hal ini berguna untuk menumbuhkan kesadaran diri (self awareness), penerimaan diri (self acceptance), menghargai diri sendiri (self respect), dan penguasaan diri (self mastery).

Contohnya ketika kita mengharapkan ayah membelikan handphone tetapi ayah tidak mengabulkannya. Pada masalah ini EQ personal kita bermain, seberapa besar kesadaran diri tentang manfaat handphone terhadap kita.

Kemudian ketika kita menyadari bahwa manfaatnya sangat kecil, kita mulai menerima keputusan ayah tersebut. Dengan menerima hal itu pula, kita tidak akan merasa sebagai orang yang menyedihkan meskipun teman-teman kita memiliki handphone.

Sementara interpersonal adalah kemampuan memahami, menerima, mempercayai, dan mempengaruhi orang lain. Salah satu contoh adalah ketika kamu meminta saran dari teman dekatmu, temanmu itu akan memberikan tanggapannya. Tanggapannya itulah yang perlu kamu pahami dan terima dengan baik.

PENGERTIAN EQ(Emotional Quotient) / kecerdasan emosi :

Kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik, dan berhubungan dengan orang lain (DANIEL GOLDMAN).

Kemampuan mengerti dan mengendalikan emosi (PETER SALOVELY & JOHN MAYER).

Kemampuan mengindra, memahami dan dengan efektif menerapkan kekuatan,ketajaman, emosi sebagai sumber energi, informasi, dan pengaruh (COOPER &SAWAF).

Bertanggung jawab atas harga diri, kesadaran diri, kepekaan sosial, dan adaptasi sosial (SEAGEL).

ASPEK EQ (SALOVELY & GOLDMAN) ADA LIMA :

  1. Kemampuan mengenal diri (kesadaran diri).
  2. Kemampuan mengelola emosi (penguasaan diri).
  3. Kemampuan memotivasi diri.
  4. Kemampuan mengendalikan emosi orang lain.
  5. Kemampuan berhubungan dengan orang lain (empati).

PRILAKU CERDAS EMOSI :

– Menghargai emosi negative orang lain.

– Sabar menghadapi emosi negative orang lain.

– Sadar dan menghargai emosi diri sendiri.

– Emosi negative untuk membina hubungan.

– Peka terhadap emosi orang lain.

– Tidak bingung menghadapi emosi orang lain.

– Tidak menganggap lucu emosi orang lain.

– Tidak memaksa apa yang harus dirasakan.

– Tidak harus membereskan emosi orang lain.

– Saat emosional adalah saat mendengarkan.

SIFAT EQ TINGGI :

– Berempati.

– Mengungkapkan dan memahami perasaan.

– Mengendalikan amarah.

– Kemandirian.

– Kemampuan menyesuaikan diri.

– Disukai.

– Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi.

– Ketekunan.

– Kesetiakawanan.

– Keramahan.

– Sikap hormat.

  1. Spiritual Quotient (SQ)

SQ adalah kemampuan seseorang untuk dapat memahami arti hidup. Hal ini menyangkut hubunganmu dengan Tuhan, Sobat Orbit.

Spiritual Quotient yaitu sesuatu yang berhubungan dengan kepercayaan agama. Percaya bahwa Tuhan itu ada, Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha. Mengetahui apa-apa yang diucapkan, diperbuat bahkan isi hati atau niat manusia.

CIRI-CIRI SQ TINGGI

  • MEMILIKI PRINSIP DAN VISI YANG KUAT
  • PRINSIP KEBENARAN
  • PRINSIP KEADILAN
  • PRINSIP KEBAIKAN
  • MEMANDANG SESUATU DENGAN YANG BENAR
  • MAMPU MELIHAT KERSATUAN DALAM KEANEKARAGAMAN

CONTOH: GURU INGIN HASIL LULUSAN OPTIMAL, MAKA SEMUA YANG TERKAIT AKAN KERJA SESUAI KEPASITAS DLM TUJUAN YG SAMA

  • MAMPU MEMAKNAI SETIAP SISI KEHIDUPAN

SEMUA YANG TERJADI ADA MAKNANYA, BERBAGAI PENDERITAAN AKAN PEMPERTEBAL SQ, JIKA BERHASIL AKAN BERSYUKUR

  • MAMPU MENGELOLA & BERTAHAN DLM KESULITAN & PENDERITAAN

ORANG SUKSES TELAH MELEWATI LIKU, CACIAN & UJIAN YANG BESAR

  1. Adversitas Quotient (AQ)

AQ adalah kemampuan seseorang saat menghadapi segala kesulitan. Beberapa orang mencoba untuk tetap bertahan menghadapi kesulitan tersebut, sebagian orang lainnya mudah takluk dan menyerah.

Adversity Qountient adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat

bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup

contoh kasus :

Ketika akhirnya Thomas Alva Edison (1847 – 1931) berhasil  menemukan baterai  yang ringan dan tahan lama, dia telah melewati 50.000 percobaan dan bekerja selama 20 tahun. Tak heran kalau ada yang bertanya, “Mr. Edison, Anda telah gagal 50.000 kali, lalu apa yang membuat Anda yakin bahwa akhirnya Anda akan berhasil ?” Secara spontan Edison langsung menjawab, “Berhasil ? Bukan hanya berhasil, saya telah mendapatkan banyak hasil. Kini saya tahu 50.000 hal yang tidak berfungsi.

Paul G. Stoltz, merinci AQ:

  1. AQ Tingkat “Quitters” (Orang-orang yang Berhenti)

      langsung menyerah ketika menghadapi kesulitan hidup, tidak berikhtiar dan hanya berkeluh kesah menghadapi penderitaan

  1. AQ Tingkat “Campers” (Orang yang Berkemah)

     Awalnya giat mendaki / berusaha menghadapi kesulitan

     hidup, ditengah perjalanan mudah merasa cukup dan

     mengakhiri  pendakian atau usahanya. Contoh : orang yang

    sudah merasa cukup dengan menjadi sarjana, merasa sukses

    bila memiliki  jabatan dan materi.

  1. AQ Tingkat “Climbers” (Orang yang Mendaki)

     seumur hidupnya mendaki mencari hakikat kehidupan

     menuju kemuliaan manusia dunia dan akhirat.

Analisis SWOT merupakan suatu teknik yang dapat digunakan

untuk menelaah tingkat keberhasilan pencapaian cita-cita/karier.

“S” Strenght (Kekuatan), adalah sebuah potensi yang ada pada diri sendiri yang mendukung cita-cita / karier.

“W” Weakness (Kelemahan), adalah seluruh kekurangan yang ada pada diri sendiri dan kurang mendukung cita-cita/ karier.

“O” Opportunity, (Peluang), adalah segala sesuatu yang dapat menunjangkeb erhasilan cita-cita/karier.

“T” Traits (Ancaman), adalah segala sesuatu yang dapat menggagalkan rencana citacita/karier yang berasal dari diri sendiri atau lingkungan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s